CWSMEDAN Blog


Sejarah CWS Gatot Subroto Medan
April 9, 2009, 10:11 pm
Filed under: Sejarah CWS Medan | Tags:

PENDAHULUAN :

1. Sebelum Tuhan Yesus naik ke Sorga, Ia terlebih dulu memberikan tugas dan tanggung-jawab yang besar kepada 500 orang-orang percaya yang disebut MANDAT AGUNG. Lalu Tuhan Yesus berkata

: a. “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”. (Kisah Rasul 1:8)

b. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Matius 28: 19-20)

2. Siapakah ke-500 orang percaya yang menerima MANDAT AGUNG itu ? Mereka terdiri dari 12 Rasul ditambah dengan 488 orang jemaat awam (I Kor. 15 : 6). Sebab itu, MANDAT AGUNG bukan hanya tugas orang tertentu saja melainkan tugas yang diberikan Tuhan kepada semua orang percaya.

a. “Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil (Kisah Rasul 8:1b, 4)

3. Akhirnya berdirilah Gereja Tuhan baik secara organisme maupun organisasi di berbagai penjuru bumi. Salah satunya adalah GEREJA SIDANG-SIDANG JEMAAT ALLAH CHARISMATIC WORSHIP SERVICE yang disingkat selanjutnya GSJA CWS. Marilah kita perhatikan Sejarah singkat GSJA CWS Medan sejak berdirinya sampai sekarang.

A. PERIODE AWAL BERDIRINYA GSJA CWS JAKARTA.

1. GSJA CWS memulai kebaktian Pertama di Hotel Indonesia Jakarta pada tanggal 17 November 1974 yang di hadiri 19 orang. Pada awalnya Pelayanan GSJA CWS dibentuk untuk menjangkau EXPATRIATE (Orang Asing yg bermukim di Indonesia). Gembala Sidang pertama GSJA CWS adalah Ps. Carl Chrisner selain Hamba Tuhan, beliau juga bekerja sebagai Staff Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

2. Pada tahun 1979, Ps. Myers yang baru dilantik menjadi Gembala Sidang menggantikan Ps. Carl Chrisner memanggil Ps. Swandoko Roslim untuk mendampinginya melayani di GSJA CWS karena dalam perkembangannya, Pelayanan GSJA CWS justru lebih banyak menjangkau warga pribumi (masyarakat Indonesia).

3. Pada tahun 1989, Ps. Myers kembali ke Amerika Serikat sehingga sejak saat itu pelayanan GSJA CWS Jakarta digembalakan oleh Ps. Swandoko Roslim. Ps. Swandoko memiliki Visi akan mengembangkan pelayanan di berbagai kota besar di Indonesia termasuk kota Medan.

B. PRIODE AWAL BERDIRINYA GSJA CWS MEDAN.

1. Pada tahun 1990, Pdt. Swardi Pakpahan S.Th (Ketua Badan Pengurus Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah Sumatera Utara dan Riau yang disingkat Ketua BPD GSSJA SUMUT & RIAU) bertemu dengan Pdt. Dirman Aritonang (Staff Pastoral GSJA CWS Jakarta Pusat) di Jakarta. Dalam pertemuan itu, kedua Hamba Tuhan ini sharing pelayanan Tuhan yang sedang berlangsung di Jakarta maupun di Sumatera Utara. Melalui sharing ini timbullah di hati kedua Hamba Tuhan ini untuk membuka pelayanan GSJA CWS di Kota Medan. Pelayanan GSJA CWS Medan yang akan dibentuk, diharapkan akan memberikan harapan dan semangat yang baru bagi orang-orang percaya di kota Medan yang sedang mengalami kejenuhan dan kekecewaan terhadap beberapa gereja yang berkelahi.

2. Selanjutnya Pdt. Dirman membagikan Visi ini kepada Ps. Swandoko Roslim sebagai Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia. Ternyata Visi pembukaan Pelayanan GSJA CWS Medan disambut dengan antusias oleh Ps. Swandoko Roslim. Akhirnya diadakan kesepakatan bahwa GSJA CWS Jakarta bekerja sama dengan BPD GSSJA SUMUT & RIAU akan membuka GSJA CWS Medan.

3. Pada Tgl 20-22 November 1990, GSJA CWS Jakarta Pusat bekerja sama dengan BPD GSSJA SUMUT & RIAU mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (disingkat KKR) dan Seminar Rohani di Hotel Danau Toba Medan untuk pertama kali. Pada acara KKR dan Seminar ini banyak terjadi mujizat, pertobatan dan pemulihan hati sehingga ada kerinduan para hadirin untuk dilayani secara berlanjut. Acara KKR dan Seminar Rohani ini dilayani oleh Ps. Swandoko Roslim bersama Tim Artis Rohani dari Jakarta yaitu Bpk. Melky Goeslaw (alm) dkk.

4. Pada Tgl 5-7 Maret 1992, diadakan kembali KKR dan Seminar Rohani sebagai tindak lanjut dari acara sebelumnya. Maka sehabis KKR dan Seminar Rohani, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1992, dimulailah Kebaktian Perdana GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan sekaligus peresmian Gedung baru yang akan dipakai sebagai Sekretariat maupun tempat Ibadah. Ternyata masyarakat Medan memberikan respon yang positif terhadap Pelayanan GSJA CWS di Medan. Sejak itu, terbentuklah Jemaat GSJA CWS Medan yang mengadakan Kebaktian secara teratur setiap Minggu dengan 2 gelombang yaitu Pkl. 10.00 Wib dan Pkl. 17.00 Wib.

5. Tanggal 17 Maret 1992, GSJA CWS Medan membuka program Pemuridan yang disebut Pendidikan Pelayanan Kaum Awam (disingkat PPKA). Peserta angkatan Pertama PPKA adalah orang-orang dipilih untuk dipersiapkan menjadi Guru-Guru PPKA angkatan selanjutnya.

6. Bulan Juni 1992, dibuka kembali Program PPKA untuk angkatan kedua dimana jumlah pesertanya 241 orang. Program PPKA besar sekali dampaknya dalam pertumbuhan Rohani Jemaat baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga pelayanan GSJA CWS semakin nyata di kota Medan. Program PPKA GSJA CWS Medan dipimpin oleh Bpk. Tigor Samosir sebagai Direktur.

C. PRIODE GEMBALA SIDANG PERTAMA : PDT. RUDI HARTONO B.TH.

1. Sejak tanggal 8 Maret 1992, GSJA CWS Medan membuka kantor Sekretariat untuk Pelayanan dan Konseling bagi Jemaat setiap hari Selasa s/d hari Sabtu yaitu Pkl 09.00 s/d 16.00 Wib. Sedangkan Pelayanan Kebaktian Minggu dilayani para Hamba Tuhan yang dikirim secara bergantian dari GSJA CWS Jakarta Pusat seperti : Pdt. Dirman Aritonang, Pdt. Okky, Pdt. Jerry Lubis, Pdt. RB Gasper, Pdt. Jesaya Sabar, Pdt. Rudi Hartono, Pdt. Ferry Tabaleku dll. Akhirnya, Tgl 27 September 1992 Ps. Swandoko Roslim mengangkat dan melantik Pdt. Rudi Hartono B.Th sebagai Gembala Sidang Pertama GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan.

2. Pada Tgl 14 November 1993, Pdt. Rudi Hartono meninggalkan Kota Medan berangkat ke Jakarta karena pindah tugas Pelayanan. Maka selama bulan November sampai Desember 1993 pelayanan GSJA CWS Medan tanpa Gembala Sidang yang menetap.

3. Pertengahan Desember 1993, GSJA CWS Medan mengadakan Perayaan Natal di Wisma Bank Internasional Indonesia Jl. Diponegoro Medan walau tanpa Gembala Sidang. Acara Perayaan Natal ini dilayani oleh Ps. Swandoko Roslim yang dihadiri + 800 orang. Acara Perayaan Natal ini telah memunculkan pelayan-pelayan yang baru yang pada tahun berikutnya diangkat menjadi Diaken GSJA CWS Medan seperti : Bpk. Badolf Samosir (Alm), Bpk. David Ginting, Bpk. DH Tampubolon, Bpk. Toto Chandra, Bpk. A. Harefa dan Bpk. Sahat Sitompul.

D. PRIODE GEMBALA SIDANG KEDUA : PDT. BUDI SETIAWAN M. DIV.

1. Tgl 13 Februari 1994, Ps. Swandoko Roslim M.Th (Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia) mengangkat dan melantik Pdt. Budi Setiawan sebagai Gembala Sidang GSJA CWS Medan yang kedua menggantikan Pdt. Rudi Hartono B.Th. Kehadiran Pdt. Budi Setiawan M.Div telah memberikan dampak bagi pengembangan pelayanan GSJA CWS Medan seperti :

A. Penataan Managemen dan Kepemimpinan CWS Medan dengan memaksimalkan potensi Kepemimpinan jemaat dengan mengangkat Diaken Pertama GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan Gereja yang dilantik langsung oleh Ps. Swandoko Roslim seperti : Bpk. Badolf Samosir (Alm), Bpk. David Ginting, Bpk. DH Tampubolon, Bpk. Toto Chandra, Bpk. A. Harefa dan Bpk. Sahat Sitompul. Selanjutnya beliau menambah jumlah Diaken dengan mengangkat dan melantik Bpk. David Leo dan Bpk. Midas Simajuntak menjadi Diaken untuk membantu pelayanan yang semakin berkembang. Hal ini dikenal dengan SWA KELOLAH.

B. Memaksimal potensi jemaat baik secara keuangan sehingga menghentikan subsidi dana dari GSJA CWS Jakarta Pusat dan mendorong anggota jemaat untuk berkorban melalui Persembahan, Perpuluhan dan Janji Iman. Hal ini dikenal dengan SWA DANA.

C. Memusatkan semua kegiatan pelayanan maupun Kebaktian Minggu di Ruko GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan. Sebab itu, beliau mengambil insyatif untuk menambah dan memperluas ruangan Kebaktian Minggu yang kita sebut sekarang OLD AUDITORIUM GSJA CWS GATSU MEDAN. Hal ini dikenal dengan SWA DAYA.

D. Mengkader dan memberdayakan Kaum Muda untuk Kepemimpinan Masa Depan Gereja, dengan mengirim dan mensponsori mereka ke berbagai Sekolah Tinggi Teologi seperti : Pdt. Yudha Pardede dan Pdt. Jojor Simajuntak ke STT Sati Malang serta Pdt. Robertus Ndraha Sekolah Alkitab Intheos Solo.

E. Merintis, mempersiapkan dan memulai pembangunan Gedung Baru yaitu tempat Ibadah kita sekarang ini. Gedung ini kita sebut sekarang NEW AUDITORIUM GSJA CWS GATSU MEDAN.

F. Merintis dan mengadakan Program baru yang selanjutnya menjadi Program tahunan bagi GSJA CWS Medan seperti : FAMILI CAMP (Tahun 1995 & 2000), OPERET NATAL (Tahun 1996), DOA LOTENG YERUSALEM (Tahun 1997), ONE CAN ONE PERSON (Tahun 1998), NATAL MILLENIUM (Tahun 1999), PRAISE & WORSHIP IN LIVE RECORDING (Tahun 2000), KOMSEL dengan Pola Gereja Sel (Tahun 2001) dll.

2. Bulan Juni 2002, Pdt. Budi Setiawan M.Div bersama keluarga meninggalkan kota Medan karena pindah tugas menjadi Gembala Sidang GSJA CWS Kelapa Gading Jakarta. Selama bulan Juni 2002 s/d Februari 2003, Pdt. Budi Setiawan merangkap Jabatan sebagai Gembala Sidang GSJA CWS Kelapa Gading Jakarta dan GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan.

E. PRIODE GEMBALA SIDANG KETIGA : PDT. SIMON ROSLIM.

1. Bulan Februari 2003, Ps. Swandoko Roslim Ph.D selaku Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia mengangkat dan melantik Pdt. Simon Roslim menjadi Gembala Sidang GSJA CWS Gatsu Medan yang ketiga untuk menggantikan Pdt. Budi Setiawan M.Div. Visi Pdt. Simon Roslim adalah meneruskan dan mengembangkan Pelayanan yang sudah dibentuk seperti:

a. Meneruskan pola Managemen gereja yang dikenal dengan 5 Pilar Gereja yang menjadi Dasar pembentukan 5 Departemen (Misi, Worship, Fellowship, Pemuridan & Ministry)

b. Meneruskan dan Mengembangkan KOMSEL dengan Pola Gereja Sel yang pernah terbentuk sebanyak 82 KOMSEL.

c. Meneruskan dan menyelesaikan Pembangunan Gedung New Auditorium GSJA CWS Medan sehingga dapat dipergunakan menjadi tempat Ibadah maupun Sekretariat.

d. Meneguhkan ke-5 Diaken yang ada yaitu Bpk. DH. Tampubolon, Bpk. David Ginting, Bpk. Toto Chandra, Bpk. Sahat Sitompul dan Bpk, David Leo dengan membuat masa/ periode pelayanan mereka sebagai Diaken selama 2 (dua) tahun.

2. Bulan Desember 2003, diadakan perayaan Natal Bersama di Gedung baru sekaligus peresmian Gedung New Auditorium GSJA CWS Medan walau penyelesaian Gedung ini harus dilanjutkan kembali dan masih membutuhkan dana yang besar.

3. Pada tanggal 26 September 2004 diadakan Penahbisan Gedung New Auditorium GSJA CWS Medan (Grand Opening) oleh Ps. Swandoko Roslim Ph.D selaku Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia yang dihadiri oleh : BPG GSJA CWS di Indonesia, Departemen Misi GSJA CWS Jakarta Pusat, Pdt. Budi Setiawan, Ps. Robert Benedictus sebagai Gembala Sidang GSJA CWS Charisma Medan, BPD GSSJA Sumbagut, BPW II GSSJA Medan-Deli Serdang, Para Pendeta GSSJA di Medan, Pengurus PGI Wilayah Sumatera Utara, Pengurus PIKI, Pengurus FKKSU, Kabid. Bimas Kristen Protestan Sumatera Utara dll.

4. Selama Kepemimpinan dan Penggembalaan Pdt. Simon Roslim mengambil Thema : “Mengembangkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari”.

5. Bulan November 2004, Pdt. Simon Roslim bersama dengan Keluarga berangkat ke Austraslia untuk pelayanan yang ditugaskan oleh BPG GSJA CWS di Indonesia. Beliau harus menetap di Australia untuk beberapa bulan sehingga tidak dapat menghadiri perayaan Natal Desember 2004 GSJA CWS Gatsu Medan.

6. Bulan Desember 2004, diadakan Perayaan Natal Bersama Keluarga Besar GSJA CWS Gatsu Medan dengan Bintang Tamu Artis Rohani Jakarta yaitu Ibu Diana Nasution.

E. PRIODE GEMBALA SIDANG KEEMPAT : PS. ROBERT BENEDICTUS MA.

1. Pada bulan Maret 2005, Ketika hendak berangkat Ke Australia, Pdt. Simon Roslim menyerahkan Jabatan Gembala Sidang GSJA CWS Gatsu Medan kepada Ps. Swandoko Roslim selaku Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia. Selanjutnya Ps. Swandoko mengangkat Ps. Robert Benedictus MA sebagai CARETAKER Gembala Sidang GSJA CWS Gatsu Medan menunggu pengangkatan Gembala Sidang yang menetap.

2. Akhirnya tanggal 2 Oktober 2005, Ps. Swandoko Roslim Ph.D selaku Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia mengangkat dan melantik Ps. Robert Benedictus menjadi Gembala Sidang GSJA CWS Gatsu Medan yang keempat untuk menggantikan Pdt. Simon Roslim. Pada acara ini juga diadakan acara serah terima jabatan Gembala Sidang GSJA CWS Gatsu Medan

3. Tanggal 15 Desember 2005, untuk pertama kali GSJA CWS Gatsu Medan merayakan Natal bersama Gembala Sidang baru yaitu Ps. Robert Benedictus MA. Acara ini cukup sederhana tapi menarik. Sederhana karena tidak mengundang Pendeta Tamu atau Artis Rohani. Menarik karena menampilkan tari-tarian berbagai suku bangsa lengkap dengan busananya.

4. Tanggal 16 Desember 2006, diadakan Perayaan Natal yang diisi dengan acara KKR dan Aksi Sosial. Acara KKR dilayani oleh Ev. DR (Hc) Jhonny Pardede yang dihadiri sekitar 1.000 orang. Sehabis KKR, acara dilanjutkan lagi dengan Aksi Sosial berupa pemberian Paket Sembako kepada 150 Kepala Keluarga. Harga satu paket senilai Rp 85.000,-.

5. Kehadiran Ps. Robert Benedictus MA telah memberikan dampak bagi pengembangan pelayanan GSJA CWS Gatsu Medan. Thema Pelayanan beliau adalah “Save The Lost at Any Cost” (Selamatkanlah Jiwa berapa pun harganya). Untuk mendukung thema di atas, maka beliau membentuk beberapa pelayanan yang baru seperti :

a. Membuat Mangemen dan Struktur Gereja yang baru dengan membentuk 6 (Enam) Associates dan Job Deskriptionnya. Beliau selanjutnya mengangkat dan melantik Pengurus dari setiap Associates. Selain itu beliau juga menambah jumlah Diaken menjadi 7 orang yang sebelumnya hanya 5 orang. 7 orang Diaken tersebut : Bpk. DH. Tampubolon, Bpk. David Ginting, Bpk. Toto Chandra, Bpk. Sahat Sitompul, Bpk, David Leo, Bpk. Supardi Marbun dan Bpk. Edison Ginting.

b. Pembukaan Pelayanan Menara Doa setiap hari Kamis dan Sabtu yang berlangsung selama 2 Jam yaitu Pukul 10.00 Wib s/d 12.00 Wib.

c. Kebaktian Penginjilan setiap Minggu Pertama dan Ketiga, Pkl. 18.00 s/d 20.00 Wib.

d. Komsel Penginjilan setiap Minggu kedua dan Keempat di berbagai tempat.

e. Ibadah Doa Pengerja diadakan sekali sebulan yaitu setiap Minggu Pertama dimulai Pkl. 19.00 s/d 21.00 Wib.

f. Men`s Ministry (Pelayanan bagi Kaum Pria) sekali dalam sebulan pada dengan Pembicara dari Jakarta. Acara ini biasanya di adakan pada hari Jumat yaitu Pkl. 18.00 s/d 21.00 Wib

6. Bulan Februari 2007, Ps. Robert Benedictus MA menentukan Thema Pelayanan tahun 2007 yaitu “THE COMING REVIVAL” (Menyongsong Kebangunan Rohani) karena tanpa Kebangunan Rohani setiap pribadi maupun jemaat, kita tidak mungkin dapat menyelamatkan jiwa-jiwa terhilang.

7. Tanggal 19 Desember 2007, diadakan Perayaan Natal Umum yang diisi dengan acara KKR yang dilayani Pdt. Ferdinand Ginting dari Bless Indonesia Partner Jakarta. Setelah KKR Natal dibicarakan kerja sama berkelanjutan antara Bless Indonesia Partner Jakarta dengan GSJA CWS Gatot Subroto 112 Medan.

8. Tanggal 6-7 Maret 2008, diadakan Retreat Sehari Keluarga Besar GSJA CWS Medan dengan Thema “Gerakan menuju Keluarga Karismatik yang Bahagia”. Pembicara adalah Gembala Sidang Ps. Robert Benedictus. Ketua Panitia Diaken Edison Ginting, Sekretaris Pdt. Yudha Pardede dan Bendahara Ibu Himelena N. Acara Retreat ini menjadi unik dan meriah karena sebagian besar Panitia diisi oleh Ibu-Ibu.

9. Tanggal 21 dan 23 Maret 2008, diadakan KKR Paskah dengan Pembicara Rev. James Sing dari Singapore. Lawatan Tuhan luar biasa sehingga membangkit semangat dan Iman Jemaat untuk maju bersama dalam pelayanan. Kehadiran Jemaat juga cukup besar dan penuh antusias.

10. Hari ini, tgl 30 Maret 2008 kita mengadakan Hari Ulang Tahun GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan. Dalam Perayaan ini kita menunjukkan kebersamaan dan kekeluargaan dengan makan bersama dimana setiap makanan dibawa oleh setiap jemaat.

Sejarah Singkat Pelayanan

A. PRIODE AWAL BERDIRINYA GSJA CWS MEDAN.

1. Pada tahun 1990, Pdt. Swardi Pakpahan S.Th, Pdt. Dirman Aritonang bersama Ps. Swandoko Roslim sebagai Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia mengadakan kesepakatan akan membuka GSJA CWS Medan.

2. Pada tahun 1991, GSJA CWS Jakarta Pusat bekerja sama dengan BPD GSSJA SUMUT & RIAU mengadakan Kebaktian Kebangunan Rohani (disingkat KKR) dan Seminar Rohani di Hotel Danau Toba Medan untuk pertama kali. Kemudian dilanjutkan KKR ke-2 pada bulan Maret 1992,

3. Pada tanggal 8 Maret 1992, dimulailah Kebaktian Perdana GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan sekaligus peresmian Gedung baru yang akan dipakai sebagai Sekretariat maupun tempat Ibadah. Inilah sebagai Hari Ulang Tahun Gereja GSJA CWS Gatsu Medan.

B. PRIODE GEMBALA SIDANG PERTAMA : PDT. RUDI HARTONO B.TH.

1. Ps. Swandoko Roslim mengangkat dan melantik Pdt. Rudi Hartono B.Th sebagai Gembala Sidang Pertama GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan. Beliau menggembalakan GSJA CWS Gatsu Medan sejak tahun 1992 s/d tahun 1993.

2. Tanggal 17 Maret 1992, GSJA CWS Medan membuka program Pemuridan yang disebut Pendidikan Pelayanan Kaum Awam (disingkat PPKA). Program PPKA besar sekali dampaknya dalam pertumbuhan Rohani Jemaat GSJA CWS Gatsu Medan yang dipimpin oleh Bpk. Tigor Samosir.

C. PRIODE GEMBALA SIDANG KEDUA : PDT. BUDI SETIAWAN M. DIV.

1, Ps. Swandoko Roslim M.Th, mengangkat dan melantik Pdt. Budi Setiawan sebagai Gembala Sidang kedua GSJA CWS Gatsu Medan menggantikan Pdt. Rudi Hartono B.Th. Pdt. Budi Setiawan menggembalakan GSJA CWS Gatsu Medan sejak tahun 1994 s/d 2003.

A. Beliau mengangkat Diaken Pertama GSJA CWS Jl. Gatot Subroto 112 Medan yang dilantik langsung oleh Ps. Swandoko Roslim yaitu : Bpk. Badolf Samosir (Alm), Bpk. David Ginting, Bpk. DH Tampubolon, Bpk. Toto Chandra, Bpk. A. Harefa Bpk. Sahat Sitompul. dan Bpk. David Leo.

B. Beliau merintis, mempersiapkan dan memulai pembangunan Gedung Baru yaitu tempat Ibadah kita sekarang ini (NEW AUDITORIUM GSJA CWS GATSU MEDAN).

D. PRIODE GEMBALA SIDANG KETIGA : PDT. SIMON ROSLIM.

1. Ps. Swandoko Roslim Ph.D mengangkat dan melantik Pdt. Simon Roslim menjadi Gembala Sidang ketiga GSJA CWS Gatsu Medan menggantikan Pdt. Budi Setiawan M.Div. Beliau menggembalakan GSJA CWS Gatsu Medan sejak tahun 2003 s/d 2005.

2. Meneguhkan ke-5 Diaken yang ada yaitu Bpk. DH. Tampubolon, Bpk. David Ginting, Bpk. Toto Chandra, Bpk. Sahat Sitompul dan Bpk, David Leo dengan membuat masa/ periode pelayanan mereka sebagai Diaken selama 2 (dua) tahun.

3. Pada tanggal 26 September 2004 diadakan Penahbisan Gedung New Auditorium GSJA CWS Medan (Grand Opening) oleh Ps. Swandoko Roslim Ph.D selaku Gembala Senior GSJA CWS di Indonesia yang dihadiri oleh : BPG GSJA CWS di Indonesia, Departemen Misi GSJA CWS Jakarta Pusat, Pdt. Budi Setiawan, Ps. Robert Benedictus sebagai Gembala Sidang GSJA CWS Charisma Medan, BPD GSSJA Sumbagut, BPW II GSSJA Medan-Deli Serdang, Para Pendeta GSSJA di Medan, Pengurus PGI Wilayah Sumatera Utara, Pengurus PIKI, Pengurus FKKSU, Kabid. Bimas Kristen Protestan Sumatera Utara dll.

E. PRIODE GEMBALA SIDANG KEEMPAT : PS. ROBERT BENEDICTUS MA.

1. Tanggal 2 Oktober 2005, Ps. Swandoko Roslim Ph.D mengangkat dan melantik Ps. Robert Benedictus menjadi Gembala Sidang keempat GSJA CWS Gatsu Medan menggantikan Pdt. Simon Roslim. Beliau menggembalakan GSJA CWS Gatsu Medan sejak tahun 2005 s/d sekarang.

2. Kehadiran Ps. Robert Benedictus MA telah memberikan dampak bagi pengembangan pelayanan GSJA CWS Gatsu Medan. a. Thema Pelayanan beliau adalah “Save The Lost at Any Cost” (Selamatkanlah Jiwa berapa pun harganya).

b. Untuk mendukung thema di atas, maka beliau membentuk 6 (Enam) Associates dan menambah jumlah Diaken menjadi 7 orang yang sebelumnya hanya 5 orang yaitu Bpk. DH. Tampubolon, Bpk. David Ginting, Bpk. Toto Chandra, Bpk. Sahat Sitompul, Bpk, David Leo, Bpk. Supardi Marbun dan Bpk. Edison Ginting.

c. Pembukaan Pelayanan Menara Doa setiap hari Kamis dan Sabtu yang berlangsung selama 2 Jam yaitu Pukul 10.00 Wib s/d 12.00 Wib. d. Komsel Penginjilan setiap Minggu kedua dan Keempat di berbagai tempat. e. Men`s Ministry (Pelayanan bagi Kaum Pria).

3. Ps. Robert Benedictus MA menentukan Thema Pelayanan tahun 2007 yaitu “THE COMING REVIVAL” (Menyongsong Kebangunan Rohani) karena tanpa Kebangunan Rohani setiap pribadi maupun berjemaat, kita tidak mungkin dapat menyelamatkan jiwa-jiwa terhilang.


Leave a Comment so far
Leave a comment



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: